Senin, 07 Februari 2011

LOSIPRAM


LOSIPRAM XIV
REGIONAL JAWA TIMUR

Lomba Prestasi Kepramukaan XIV disingkat LOSIPRAM XIV merupakan suatu ajang bergengsi bagi pramuka golongan penegak (SMA dan sederajat) diwilayah Regional Jawa Timur untuk berkompetisi dan berkreasi, yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Pangkalan Universitas Brawijaya.

Lomba Prestasi Kepramukaan (LOSIPRAM)XIV Regional Jawa Timur tahun 2011 ini berbentuk perkemahan yang didalamnya diadakan perlombaan keterampilan, ketangkasan dan kecerdasan serta pemberian materi kepada anggota Gerakan Pramuka Penegak Regional. Jenis- jenis lomba dan non lomba tersebut meliputi :

a). LOMBA
1. LINMED (LINTAS MEDAN)
2. CTP ( CERDAS TANGKAS PRAMUKA )
3. POSTER
4. TTG (TEKNOLOGI TEPAT GUNA
5. PIONEERING
6. PENTAS SENI
7. LOMBA SURVIVAL
8. LOMBA FOTO JURNAL
9. KREASI MENU
10. LOMBA PUISI
11. Tata Laksana Tenda


b). NON LOMBA

1. Anjungan Kewirausahaan
2. Kursus Fotografi
3. Jungle Survival & Snake Hunt Course
4. Workshop Kesehatan Reproduksi Remaja
5. Kegiatan Penghijauan
6. Outbond
7. Materi Ilmu Medan dan Kompas (IMPK)
8. Materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)
9. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara
10. Dialog Kepramukaan
11. Mountaineering
12. Forum Pembina
13. Fun Target Shooting (untuk pembina)
14. Pemutaran Film Pendidikan

Kegitan ini diselengarakan :

Hari : Rabu - Minggu
Tanggal : 23 – 27 Februari 2011
Tempat : Wana Wisata Coban Rondo, Kec. Pujon, Kabupaten Malang

Peserta :
- Pramuka SMA/SMK/MAN dan sederajat Regional jawa Timur
- Kepanduan Tambahan ( SAKA ) yang ada di Jawa TImur
- Peserta partisifatif ( tambahan ) non Jawa Timur

Dengan ketentuan :
- Setiap sangga max 10 orang peserta ( satuan terpisah )
- Setiap sangga di dampingi 1 pembina ( tidak wajib )
- Setiap pangkalan berhak mengirimkan lebih dari satu sangga / regu

Tema Kegiatan :
" Dengan Pramuka, Bangkitkan Kembali Tunas Harapan Bangsa"

Motto Kegiatan :
" Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Bangkitkan"

Pendaftaran :
Pendaftaran paling lambat tanggal 16 Februari 2011 pukul 16.00 WIB.

1. Secara Langsung
Sanggar Pramuka Universitas Brawijaya
Sekretariat Bersama Kav. 16 Unibraw
Jl. M.T. Haryono 169 Malang 65145
(0341) 568949

2. Via Pos

Formulir, Biodata, dan Buktri pembayaran dari bank dikirim ke alamat diatas.

BANK MANDIRI
No. Rekening 1310007360110
Atas nama Bayu Muhamad Ramdan

Catatan :

Bagi peserta yang melakukan pembayaran melalui transfer rekening harap konfirmasi ulang dan menyerahkan copy bukti transfer ke panitia pada waktu daftar ulang

Informasi lebih lanjut hubungi sanggar Pramuka Brawijaya di 0341-568949
atau CP : Gufron 0857 1048 4353

Biaya Pendaftaran :
Rp. 400.000,- per sangga

Jumat, 20 Agustus 2010

Menpora: Revitalisasi Pramuka Perlu Undang-Undang

Pramuka-On Line, 29 July 2010.

Undang-undang Kepramukaan diperlukan untuk merevitalisasi Gerakan Pramuka agar sesuai dengan minat anak muda zaman sekarang. Selain itu, modul-modul tentang pramuka sudah lama, sehingga perlu diperbarui. Dan RUU Pramuka tersebut, hingga kini tengah digodok di DPR. Demikian ditegaskan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (26/7) saat melepas sekitar 160 anggota Pramuka yang akan mengikuti Jambore Internasional di Amerika Serikat dan Korea Selatan seperti yang dilansir Antara.

Menpora mengatakan, melalui undang-undang, pramuka diharapkan betul-betul kembali direvitalisasi dan menjadi menarik kembali serta menjadi salah satu pilihan utama bagi para pemuda untuk mengaktualisasikan dirinya.


Selain itu, menurut Andi, ada persoalan di pramuka yang harus dibenahi, yaitu pada tingkat penguatan organisasi, tampilannya supaya lebih bagus dan lebih menarik bagi anak muda. Untuk itu diperlukan peran aktif dai semua pihak. "Kita juga mendorong satuan-satuan tugas dan gugus depan berbasis komunitas untuk aktif dalam kegiatan pramuka," katanya.


Untuk merevitalisasi gerakan pramuka itu, menurutnya, pemerintah akan melakukan beberapa langkah, di antaranya adalah mengadakan pelatihan bagi para pelatih kepramukaan. Di mana pelatih itu akan diterjunkan ke tiap gugus depan yang saat ini berjumlah 270 ribu di seluruh Indonesia.


Dalam kesempatan melepas anggota Pramuka ke Jambore Internasional di Amerika dan Korsel, Menpora berharap Pramuka yang mewakili Indonesia dapat memberikan kemampuan dan usaha terbaik. "Karena saya yakin, Pramuka Indonesia tidak kalah dengan Pramuka dan pandu-pandu dari negara lain. Selamat untuk yang pergi Jambore. Insya Allah Pramuka Indonesia semakin jaya dengan prinsip Satu Pramuka untuk Satu Merah Putih," ujarnya.


Andi menambahkan, karakter Pramuka Indonesia yang disiplin, ramah dan terampil serta kuat tetap dipertahankan. "Kita berharap Pramuka menjadi wahana atau pilihan utama orang muda Indonesia untuk mengaktualisasi dirinya. Bagaimana Pramuka Indonesia menjadi role model bagi orang-orang muda Indonesia," katanya.


Menurutnya, sejak tahun ini, Kemenpora telah memberikan dukungan untuk pengembangan Pramuka Indonesia. Dan dalam kegiatan kali ini, pihaknya juga membiayai keberangkatan 18 peserta Pramuka dalam ajang Jambore di Amerika Serikat dan Korea Selatan.


Namun demikian, menurut Andi, tantangan yang berat saat ini adalah bagaimana membuat Gugus Depan yang jumlahnya mencapai 275 ribu agar tetap berada di garis depan pembentukan generasi depan.

Untuk itu, menurutnya perbaikan Pramuka ke depan tidak sekadar memperbaiki sarana dan prasarana bagi Pramuka, akan tetapi yang paling penting adalah melakukan upaya revitalisasi Pramuka, yaitu bagaimana Gudep mempunyai aktivitas, modul-modul, membuat Pramuka menjadi diminati anak muda. "Bagaimana melibatkan orang tua dalam pramuka termasuk anak-anak muda berbasis komunitas untuk aktif di dalam Pramuka," jelas Menpora. (Sumber Berita: http://www.harian-global/)

Pramuka Harus Melek Teknologi

Pramuka-On Line, Bandung 15 Agustus 2010

Gempuran gadget dan game membuat generasi muda lebih suka bermain game mengutak-atik gadgetnya ketimbang beraktivitas dalam kepramukaan. Eksistensi pramuka pun semakin tergerus. Untuk mengembalikan kejayaannya, maka pramuka harus melek IT.

Demikian diungkapkan oleh Wagub Jabar Dede Yusuf saat ditemui detikINET di Parisj Van Java. Dede yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarda Jabar ini mengatakan bahwa di tengah perkembangan teknologi saat ini, pramuka harus bisa mengambil peranan.

"Pramuka harus IT minded. Harus memiliki pengetahuan yang baik tentang gadget dan perkembangan teknologi," katanya, Minggu (15/8/2010).

Mewujudkan harapan ini, Dede pun berencana untuk membentuk Saka Telematika di wilayahnya. Karena menurutnya, perkembangan teknologi harus bisa diimbangi oleh pramuka.

"Mereka akan belajar tentang IT. Dan Saka Telematika inilah yang kemudian akan menjadi perwujudan implementasi IT bagi masyarakat. Jadi bukan hanya belajar saja, tapi setelah itu mereka akan menularkan ilmunya ke lingkungan sekitar dan masyarakat," paparnya.

Disinggung mengenai kecenderungan generasi muda yang lebih suka menjadi gamers ketimbang pramuka, Dede melihat hal tersebut wajar-wajar saja. Menurut bukan berarti harus melarang menjadi gamers, tapi harus memiliki rasa patriotisme dan kebanggaan menjadi orang Indonesia.

"Saya ini gamer, tapi saya main game saya jadi orang Indonesia. Dan saya gadget mania. Saat berbicara bagaimana pergunakan gadget dan teknologi, ya harus kepetingan bangsa. Gunakan itu kepentingan bangsa. Jangan hanya menjadi alat dan lalu dieksploitasi oleh teknologi," kata mania Counter Strike ini. (Sumber Berita: http://us.detikinet.com/)

Jumat, 06 Agustus 2010

best moment sedudooooo





pranesta beraksi



Senin, 28 Desember 2009

Assalamu’alaikum wr wb……
Woro-woro sederek sekalian Anggota DKA pranesta lan Adek2 Anggota aktif PRANESTA, ono info DIWOCO NGGEH:


Blog PRANESTA: Pranestascout.blogspot.com

Kritik lan Saran diKirim mawon ing:

Email PRANESTA: Pranesta_scout@yahoo.com

Kakak2 DKA sing kulo hormati serto adek2 quw sing quw tresnani, mbok menawi panjenengan gadah unek2 utowo ide2 kreatif seputar dunia pramuka,khususepun kangge ambalan kito, monggo dikirim mawon ing email pranesta utowo di dekek FD(diparingaken dening kak Fauzi/kak oky), ide2 meniko kawujud artikel utowo foto2 kegiatan……… ide2 panjenengan bakal dipost aken ing blog pranesta,…… oke
Buruan waktu terbatas……!!!!!!!!!!!

Wassalamu’alaikum wr wb……….

Minggu, 13 September 2009

Sejarah Kepramukaan Indonesia

A. Pendahuluan

Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.

B. Sejarah Singkat Gerakan Pramuka

Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).

Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.

Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.

Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.

Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.

Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)

Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.

Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.

C. Perkembangan Gerakan Pramuka

Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.

Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.



Ditulis oleh : Drs. Ringsung Suratno, M.Pd